Jumat, 16 Oktober 2020

cara konfigurasi switch

 cara konfigurasi switch

1. Pertama, kalian buat topologi jaringan komputernya, saya membuat topologinya seperti ini silakan di ikuti atau kalian ingin topologi lain juga bisa.

2. Selanjutnya, kalian hubungkan laptop dengan switch menggunakan kabel console, kenapa tidak langsung konfigurasi di switchnya langsung? itu karena jika di aslinya, di realnya kita harus menggunakan laptop atau komputer dan dihubungkan ke laptop menggunakan kabel console.
3. Nah, sekarang kalian klik laptopnya lalu pilih menu tab Desktop ➤ lalu klik terminal
Di terminal configuration, kalian langsung klik saja ok, setelah klik ok lalu akan muncul mode CLI (Command Line Interface) untuk melakukan konfigurasi switch.

Di terminal kalian dapat tekan enter 1x untuk memulai konfigurasi.

selanjutnya kalian masukan perintah perintah ini
switch>en
selanjutnya
switch# conf
Selanjutnya masukan perintah dibawah ini

kita akan menggunakan vlan id 10, dan masukan perintahnya di terminal seperti dibawah:
Switch (config)# vlan 10
Jika sudah memasukan id vlan, kita berikan nama id vlan 10 tersebut, dengan K_V10 seperti pada gambar topologi di atas.
Switch (config-vlan)# name K_V10
jika sudah memberikan nama pada vlan, langkah selanjutnya kita keluar dari konfigurasi id vlan 10 ini dengan memasukan perintah exit seperti gambar dibawah ini:
Switch (config-vlan)# exit
Nah, sekarang kita sudah keluar pada configurasi id vlan 10, selanjutnya kita masuk konfigurasi id vlan 20, seperti gambar topologi di atas.
 Switch (config)# vlan 20
seperti langkah sebelumnya, caranya sama yaitu pada vlan 20 ini kita memberikan nama pada vlan ini yaitu dengan nama K_V20, perintahnya seperti ini:
Switch (config-vlan)# name K_V20
Jika sudah, kita keluar konfigurasi id vlan 20 ini
Switch (config-vlan)# exit
Nah sekarang kita sudah memberikan nama pada masing masing id vlan yaitu: 
  • vlan 10 memiliki nama K_V10
  • vlan 20 memiliki nama K_V20 
Langkah selanjutnya kita, kita akan memberikan access vlan port pada switch, bisa di lihat gambar topologi di atas kita akan memberikan access vlan pada port: 
  • fa0/2 dan fa0/3 diberikan access vlan 10
  • fa0/10 dan fa0/11 diberikan access vlan 20
Dan bagaimana caranya memberikan access vlan pada port yang sudah kita tentukan?

Pertama kita masuk kedalam interface dahulu, kita akan masuk interface fa0/2 dahulu, dengan memasukan perintah: 
Switch (config) #int fa0/2
Int fa0/2 itu merupakan singkatan dari interface 0/2
Dan sekarang kita sudah masuk kedalam interface, selanjutnya kalian dapat memberikan access vlan pada port tersebut, perintahnya adalah:
Switch (config-if) #switchport access vlan 10
Dan jika sudah kalian memberikan access vlan pada interface selanjutnya kalian dapat keluar interface untuk melakukan konfigurasi pemberian access vlan pada interface lainnya, perintahnya :
Switch (config-if) #exit
Seperti gambar dibawah ini:

 




Kamis, 08 Oktober 2020

switch

    SWITCH

               suatu komponen jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat komputer agar dapat melakukan pertukaran paket, baik menerima, memproses, dan meneruskan data ke perangkat yang dituju.Pendapat lain mengatakan, pengertian switch adalah jenis komponen jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan beberapa HUB dalam membentuk jaringan komputer yang lebih besar dan membutuhkan bandwidth yang cukup besar. Tidak seperti HUB, switch bekerja dengan lebih efisien, terarah, dan langsung pada alamat yang dituju, baik dalam pertukaran data, memproses, serta mengirim data. Switch dapat mendeteksi tujuan data sehingga dapat mencegah terjadinya ‘tabrakan’ pada saat data dikirim.

           Secara umum, fungsi switch dalam jaringan komputer adalah sebagai concentrator yang menerima dan membagikan data antar perangka komputer. Adapun beberapa fungsi switch adalah sebagai berikut:

  1. Address Learning; switch mampu mencatat alamat MAC address dari suatu perangkat jaringan yang terhubung dengannya. Saat switch menerima data, switch akan mencatat MAC address pengirim dan mempelajari kemana data tersebut harus dikirim.
  2. Menyaring/ Meneruskan Data Frame; Switch juga dapat menyaring dan meneruskan suatu paket data yang diterima ke alamat tujuan, ke alamat MAC address mana, dan port berapa. Dengan begitu, maka proses pengiriman data tidak akan mengalami tabrakan.
  3. Looping Avoidance; switch mampu mencegah terjadinya looping (data hanya berputar-putar pada port-port switch) ketika data yang diterima tidak diketahui tujuannya. Data yang diterima dapat diteruskan ke alamat tujuan dengan cara memblok salah satu port yang terhubung dengan perangkat lainnya.
 cara kerja switch mirip seperti HUB, yang membedakan keduanya adalah kemampuan switch yang lebih baik dan efisien dalam pertukaran data, memproses, serta mengirim data.
        
          Pada praktiknya, switch akan menerima data dari perangkat lainnya yang terkoneksi dengannya. Lalu switch mendeteksi dan mencocokkan alamat MAC Address perangkat yang dituju dengan data tabel yang dimilikinya.Selanjutnya, switch akan membuat suatu logika koneksi dengan port yang terhubung dengan perangkat tujuan. Dengan begitu, data yang dikirimkan hanya akan diterima oleh port yang dituju, sedangkan port lainnya tidak dapat menerima data tersebut sehingga mengurangi potensi terjadinya ‘tabrakan’ data.
       Berdasarkan model OSI (Open System Interconnection), switch dapat dibedakan menjadi dua jenis. Adapun penjelasan mengenai jenis-jenis switch adalah sebagai berikut:
  1. Switch Layer 2, beroperasi Data Link layer pada lapisan model OSI. Jenis switch ini dapat meneruskan paket data dengan mendeteksi MAC Address tujuan. Switch ini juga dapat melakukan fungsi bridge antara beberapa segmen LAN (Local Area Network) sebab switch mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang dituju tanpa mengetahui protokol jaringan yang digunakan.
  2. Switch Layer 3, terdapat di Network Layer pada lapisan model OSI. Jenis switch ini dapat meneruskan paket data dengan menggunakan alamat IP suatu perangkat. Switch ini disebut juga dengan switch routing atau switch multi-layer.

Perbedaan Hub dan Switch dalam Jaringan Komputer

Apa sih perbedaan hub dan switch? Mari kita simak beberapa penjelasan di bawah ini yang kami rangkum dari berbagai literatur yang ada.

1. Kecepatan Transfer Data

Switch memiliki kecepatan transfer data lebih baik dibandingkan dengan hub. Sehingga sekarang ini banyak yang membuat jaringan menggunakan switch. Switch mampu melakukan prioritas transmisi data dari mac address yang akan dituju, sehingga mampu mentransmisikan paket data lebih cepat daripada hub yang hanya menyebarkan paket data keseluruh komputer yang terhubung jaringannya.

2. Harga Switch dan Hub

Dari segi ekonomi, harga hub lebih murah dibandingkan dengan harga switch dikarenakan kelebihan fungsi dan keamanan yang ditawarkan switch.

3. Sistem Transmisi

Switch mentransmisikan paket data sesuai request dari komputer yang membutuhkan paket data tersebut, sedangkan hub mentransmisikan paket data yang masuk ke seluruh komputer yang terhubung dengan jaringannya.

4. Segi Keamanan

Dari segi keamanan, hub memiliki tingkat keamanan lebih rendah daripada switch. Switch memakai sistem seleksi terhadap komputer yang terhubung dengannya berupa MAC address, hal ini memungkinkan jika ada MAC address yang dapat menimbulkan masalah pada jaringan dapat di blok saja.

5. Setting Jaringan (Manageable)

Hub tidak bisa melakukan setting perangkat yang terhubung ke jaringan, sedangkan switch bisa di-setting melakukan blokir terhadap komputer/mac address yang dirasa mengganggu transmisi data. Switch sendiri jika dipakai pada jaringan yang kecil seperti dirumah, tidak perlu melakukan setting yang ribet, hanya perlu colok kabel LAN langsung ke switch. Untuk jaringan yang lebih besar seperti di kantor atau warnet memerlukan managed switch yang biasanya disetting dengan membuat virtual LAN atau VLAN untuk setting kecepatan port, host, filter mac address dll.

6. Letak pada Lapisan OSI Layer

Hub bekerja pada lapisan OSI layer pertama yang dinamakan dengan Physical Layer, sedangkan switch melakukan kerjaannya pada lapisan OSI layer kedua yakni Data Link.

7. Beban Kinerja pada Jaringan

Dilihat dari sistem kerjanya, hub memiliki beban kerja yang simpel dan tidak rumit, sedangkan switch memiliki beban kerja yang lebih kompleks.
Dari segi kompleksitas fungsi, untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak video di bawah ini :



 
                                                     https://youtu.be/sF4FXSbQjwQ




Nama : Tuti Agustina
nim : 13190145
kelas : 13.3A.01

Kamis, 01 Oktober 2020

DYNAMIC ROUTING

   ROUTING DYNAMIC


     Dynamic Routing atau Routing Dynamic (dinamik) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan antara router lainnya . Protokol Routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan lain dan saling memberikan informasi antara satu router dengan router lainnya dan juga saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, Tergantung keadaan jaringannya . Dengan cara ini , router router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data kearah yang benar. Dengan kata lain ,routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis. Sebuah konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan IP paket berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entri– suatu entri yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entri yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar. Sedangkan Routing Dinamik adalah jenis routing yang bisa berubah sesuai dengan kondisi yang diinginkan dengan parameter tertentu sesuai dengan protokolnya. Routing Dinamik diterapkan pada PC yang berfungsi sebagai router dan dibutuhkan router lain yang sama-sama menerapkan sistem routing dinamik, jadi tidak bisa berdiri sendiri seperti halnya Router static.

1. OSPF

   OSPF atau Open Shortest Path First termasuk salah satu jenis dari routing dinamis. OSPF merupakan protokol routing yang bersifat IGRP atau Interior Gateway Routing Protocol yang bekerja pada jaringan internal sebuah organisasi maupun perusahaan. Jaringan internal yang dimaksud ini yaitu anda memiliki hak sebagai administrator yang mengatur dan memodifikasi jaringan tersebut.

OSPF juga merupakan protokol routing yang berstandar terbuka. Yang artinya siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel, dan dapat diimplementasikan dimana pun. Routing OSPF menggunakan konsep hierarki routing, artinya membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan dijuwudkan dengan sistem pengelompokan area.
A. Langkah – langkah konfigurasi routing OSPF di Cisco Packet Tracer
1. Buka Cisco Packet Tracer
2. Buat Topologi-nya seperti di bawah ini

3. Tambahkan IP di setiap PC. Caranya klik pada PC-       >Desktop->IP Configuration
PC 0 :
IP Address -> 192.168.11.1
Subnet Mask -> 255.255.255.0
Gateway -> 192.168.11.2 (IP Router0)
PC1 :
IP Address -> 192.168.22.1
Subnet Mask -> 255.255.255.0
Gateway -> 192.168.22.2 (IP Router1)

4. Tambahkan IP di setiap routerCaranya klik pada Router->CLI

->en => masuk ke router
#conf t => masuk menu konfigurasi
#int gig0/0 => konfigurasi interface gigabit ethernet 0/0
#ip add 192.168.11.2 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada interface gig0/0
#no sh => mengaktifkan interface
#int gig0/1 => konfigurasi interface gigabit ethernet 0/1
#ip add 172.16.10.1 255.255.255.252 => menambahkan ip dan subnet pada interface gig0/1
#no sh => mengaktifkan interface
->en => masuk ke router
#conf t => masuk menu konfigurasi
#int gig0/0 => konfigurasi interface gigabit ethernet 0/0
#ip add 192.168.22.2 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada interface gig0/0
#no sh => mengaktifkan interface
#int gig0/1 => konfigurasi interface gigabit ethernet 0/1
#ip add 172.16.10.2 255.255.255.252 => menambahkan ip dan subnet pada interface gig0/1
#no sh => mengaktifkan interface
5. Konfigurasi OSPF pada router
Advertisements
Konfigurasi OSPF minimal terdiri dari dua langkah yakni mengaktifkan routing ospf pada router kemudian mengadvertise network yang terhubung secara langsung ke router.
Perintah untuk mengaktifkan routing ospf :
#routing ospf [proces_id]
*Untuk process id pada setiap router tidak harus sama*
Perintah untuk mengadvertise network yang terhubung :
#network [network_address] [wildcard_mask] [area]
*Routing OSPF wajib menggunakan wildcard mask. Untuk area bisa menggunakan area 0(area backbone) karena kita konfigurasi ospf single area
Apa itu wildcard mask? wilcard mask yaitu parameter access list yang menentukan alamat IP yang harus diperiksa atau pengertian lain nya adalah kumpulan 32 bit yang digunakan untuk mengenali alamat IP.
Contoh wildcard mask :
IP = 192.168.11.1 Subnet=255.255.255.0, untuk menghitungnya begini =>
Subnet=255.255.255.0 => 11111111.11111111.11111111.0000000 kebalikannya adalah wildcard
Wildcard => 00000000.00000000.00000000.11111111 = 0.0.0.255
Contoh lain :
IP = 172.16.10.1 Subnet=255.255.255.252, untuk menghitungnya begini =>
Subnet=255.255.255.252 => 11111111.11111111.11111111.11111100 kebalikannya adalah wildcard
Wildcard => 00000000.00000000.00000000.00000011 = 0.0.0.3
Kembali pada pembahasan awal

Masuk ke CLI pada router
Router0 :

Router1 :

6. Coba kirim pesan beberapa kali, yang pertama kemungkinan failde tapi selanjutnya akan sukses

B. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) 

         merupakan hasil pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing pengembangan dari CISCO. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar. EIGRP menggabungkan kemampuan dari Link-State Protokol dan Distance Vector Protokol, terlebih lagi EIGRP memuat beberapa protocol penting yang secara baik meningkatkan efisiensi penggunaannya ke routing protocol lain.

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini tidak didukung dalam jenis router yang lain.




Nama : Tuti Agustina

Nim : 13190145

kelas : 13.3A.01

administrasi jaringan

 Nama : Tuti agustina Nim : 13190145 kelas : 13.4A.01 link tugas